PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo

Ketua Bidang PB PMI Jatim Edi Purwinarto dalan Acara Halal bi halal Jejaring Sidoarjo di Kantor PMI Kab. Gresik pada Rabu (8/4/2026)

Gresik, Ragamjatim.id – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jawa Timur, Edy Purwinarto, mendorong seluruh anggota jejaring Unit Donor Darah (UDD) di wilayah Sidoarjo untuk aktif berpartisipasi dalam program pengiriman plasma ke PMI Pusat. Program ini bertujuan menghasilkan kualitas plasma sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan Jejaring Unit Pengelola Darah PMI Wilayah Sidoarjo yang dirangkai dengan Halal Bihalal serta Konsolidasi Plasma untuk Fraksionasi (PuF), yang digelar di Kantor PMI Gresik, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri unsur PMI serta para kepala UDD dari Gresik, Pasuruan (kabupaten/kota), Mojokerto (kabupaten/kota), dan Jombang.

Edy Purwinarto mengungkapkan bahwa PMI Jawa Timur hingga saat ini masih menjadi penyumbang plasma terbesar secara nasional. Namun demikian, target PMI Pusat sebesar 150.000 liter plasma masih jauh dari terpenuhi, dengan capaian saat ini sekitar 4.000 liter.

Kontribusi terbesar berasal dari tiga UDD yang telah bersertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), yakni UDD Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang.

“Kami berharap seluruh anggota jejaring dapat berpartisipasi, minimal satu UDD yang bisa menjadi andalan di setiap jejaring.  Untuk jejaring Sidoarjo, UDD Gresik dinilai paling siap,” ujarnya. 

Ia juga mendorong adanya studi banding ke Jakarta, mengingat fasilitas pengolahan plasma saat ini masih terpusat di sana.

Edy juga menekankan pentingnya kejelasan tanggung jawab apabila terjadi kerusakan plasma dalam proses pengiriman, agar tidak merugikan pihak manapun.

Berdasarkan data, dari total 37 UDD PMI di Jawa Timur, baru empat yang telah memiliki sertifikat CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni UDD PMI Kota Surabaya, UDD PMI Kabupaten Sidoarjo, UDD PMI Lumajang, dan UDD PMI Kota Malang.

PMI Jawa Timur terus berupaya menambah jumlah UDD yang tersertifikasi CPOB. Sejumlah daerah yang saat ini masih dalam proses antara lain Jember, Bojonegoro, Tulungagung, dan Gresik.

Sementara itu, Ketua Bidang Donor Darah/UDD PMI Sidoarjo, Drs. Moch. Asyik Yusak, menyampaikan harapannya agar seluruh jejaring mendukung program pemerintah terkait fraksionasi plasma, sehingga target nasional dapat tercapai, khususnya di Jawa Timur.

“Tahun 2025 lalu capaian baru sekitar 40.000 liter, sementara target nasional mencapai 150.000 liter,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertemuan jejaring ini rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sebagai upaya evaluasi dan pembinaan berkelanjutan.

Sebagai pemegang sertifikat CPOB (central), UDD Sidoarjo memiliki peran penting dalam membina anggota jejaring. Hal ini mengingat persyaratan untuk memperoleh sertifikasi tersebut dari Kementerian Kesehatan melalui BPOM sangat ketat.

Asyik mengungkapkan, hasil pertemuan kali ini cukup menggembirakan karena seluruh kepala UDD dari Gresik, Pasuruan, Mojokerto, dan Jombang berkomitmen mengejar sertifikasi CPOB.

“Namun semua membutuhkan proses dan banyak persyaratan, terutama terkait sarana dan prasarana. Untuk sementara, pengiriman plasma akan dilakukan melalui UDD Sidoarjo sebagai pemegang sertifikat CPOB (central). Kami juga akan terus melakukan pembinaan secara intensif,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh sarana dan prasarana harus memenuhi ketentuan, mulai dari peralatan hingga kelengkapan dokumen seperti kualifikasi dan validasi.

Hingga saat ini, UDD Sidoarjo telah melakukan pengiriman plasma sebanyak 14 kali ke PMI Pusat. Meski secara finansial belum seimbang antara biaya operasional dan pemasukan, program ini tetap dinilai penting.

“Dulu darah kedaluwarsa harus dimusnahkan dengan biaya tinggi. Sekarang bisa diolah menjadi plasma, sehingga lebih bermanfaat dan meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh dr. Dian Novitasari yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Gresik, M. Nadhir, yang berhalangan hadir. Sementara itu, makna Halal Bihalal disampaikan secara singkat oleh Sekretaris PMI Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rofik. (*)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo
  • PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo
  • PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo
  • PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo
  • PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo
  • PMI Jatim Dorong Optimalisasi Program Plasma, Perkuat Jejaring UDD Sidoarjo

Posting Komentar