Khofifah Dorong Pemerataan Pendonor dan Sinergi PMR Pramuka
Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan piagam penghargaan dan lencana kepada 647 warga Jawa Timur yang telah mendonorkan darah secara sukarela sebanyak 75 kali. Penghargaan diberikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/10).
Bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo, Khofifah secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada 10 perwakilan pendonor.
Khofifah mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus momentum untuk memperkuat ekosistem donor darah di Jawa Timur. Ia mendorong agar partisipasi masyarakat dalam donor darah semakin luas dan merata.
Menurutnya, terdapat dua langkah strategis yang perlu diperkuat. Pertama, memperluas sekaligus memeratakan basis pendonor sukarela, terutama di wilayah kabupaten.
Khofifah menilai masih terdapat kesenjangan partisipasi pendonor antara sejumlah wilayah perkotaan dan kabupaten, di antaranya Mojokerto, Probolinggo, dan Malang.
"Area-area yang masuk wilayah kabupaten ini juga keikutsertaannya bisa ditingkatkan," ujarnya.
Ia menyebut wilayah kabupaten memiliki potensi besar menjadi basis pendonor darah sukarela karena memiliki cakupan wilayah dan jumlah penduduk yang luas.
Langkah kedua, lanjut Khofifah, yakni memperkuat sinergi Palang Merah Remaja (PMR) dan gerakan Pramuka di lingkungan sekolah. Menurutnya, kedua organisasi tersebut memiliki basis pelajar yang luas untuk menanamkan kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan sejak dini.
"Kalau itu bisa memberseiringi antara Pramuka dengan PMR, ini skalanya bisa sangat masif," kata Khofifah.
Khofifah berharap edukasi kemanusiaan sejak usia sekolah dapat mendorong regenerasi pendonor sehingga ketersediaan darah di Jawa Timur dapat terus terjaga.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo mengapresiasi Khofifah yang secara konsisten memberikan penghargaan kepada pendonor darah sukarela.
Imam mengatakan Surabaya menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan darah di Jawa Timur. Setiap hari, PMI di Surabaya mampu mengambil darah dari sekitar 400 pendonor.
PMI Jawa Timur juga berencana mendirikan Unit Donor Darah (UDD) kedua di Kota Surabaya melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan.
Salah satu penerima penghargaan, Joko Rustriyanto, mengatakan mulai rutin mendonorkan darah sejak usia 21 tahun. Setelah mencapai 75 kali donor, warga Surabaya itu berharap dapat melanjutkan hingga 100 kali.
"Semoga bisa terus sampai 100 kali dan bertemu dengan Presiden," pungkasnya. (ko)
Baca Juga:

Posting Komentar