Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

Ragamjatim | Jatim Bicara, Ragam Cerita

  • Home
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • RJ Radio
  • Index
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Sosial & Budaya
  • Pendidikan
  • Sejarah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Kosakata
  • Diajeng
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Rilis
  • Beranda
  • sosial dan budaya

Henri Nurcahyo, Dari Dokter Hewan ke Penjaga Budaya Panji, Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Redaksi
Jumat, Februari 06, 2026
Henri Nurcahyo menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 di Serang Banten

Jakarta, Ragamjatim.id – Latar belakang pendidikan kedokteran hewan tak menghalangi Henri Nurcahyo menapaki jalan sunyi kebudayaan. Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu justru dikenal luas sebagai wartawan, penulis produktif, sekaligus pegiat utama Budaya Panji di Indonesia.

Atas dedikasinya selama lebih dari satu dekade menghidupkan kembali Cerita Panji sebagai pusaka budaya Nusantara, Henri dianugerahi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari 2026, di Serang, Banten.

“Dengan penghargaan ini, saya makin sadar bahwa saya telah tersesat di jalan yang benar. Kesesatan yang justru menemukan tujuan,” ujar Henri, mantan wartawan Memorandum, Surabaya Post, dan Majalah Jakarta-Jakarta Biro Surabaya.

Kini, Henri berfokus mengelola portal dan komunitas BrangWetan, sekaligus menulis lebih dari 60 judul buku, sebagian besar bertema Cerita dan Novel Panji.

Menemukan Panji, Menemukan Jalan Hidup

Keterlibatan Henri dalam dunia Panji bermula pada 2008, saat ia ditunjuk Dewan Kesenian Jawa Timur menangani Program Konservasi Budaya Panji. Momentum itu terjadi bersamaan dengan Pasamuan Internasional Budaya Panji di Candi Jalatunda, Trawas, Mojokerto.

Di titik itulah kesadarannya berubah. Cerita Panji ternyata bukan sekadar dongeng populer seperti Ande-Ande Lumut atau Keong Emas, melainkan sebuah sistem budaya besar yang tersebar luas di Nusantara dan Asia Tenggara.

Terdapat ratusan versi Cerita Panji yang ditulis dalam berbagai aksara dan bahasa, dipentaskan dalam seni pertunjukan, divisualkan dalam batik, tenun, topeng, hingga terpahat dalam relief candi. Pada 2017, naskah-naskah Panji dari berbagai negara bahkan diakui UNESCO sebagai Memory of the World.

Jurnalisme, Akademik, dan Aktivisme Budaya

Naluri jurnalistik Henri mendorongnya menelusuri jejak Panji hingga ke kampung-kampung, kampus, dan forum internasional. Ia aktif berdiskusi dalam seminar akademik maupun jagongan budaya di pelataran candi.

Pengetahuannya tentang Panji juga dibagikan di ruang akademik. Henri menjadi dosen luar biasa pada mata kuliah Kajian Panji (Antropologi Sastra) di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Kekhawatiran Akan Klaim Budaya

Di balik apresiasi nasional dan internasional, Henri menyimpan kegelisahan. Ia khawatir Cerita Panji suatu hari justru lebih diakui negara lain dibandingkan Indonesia.

“Bagaimana kalau suatu saat Cerita Panji diakui milik Thailand, seperti Reog yang pernah diklaim Malaysia?” ucapnya.

Kekhawatiran itu beralasan. Di Thailand, Cerita Panji berkembang dengan nama Inou dan Bossaba, didukung negara, universitas, dan industri kreatif. Panji hadir dalam buku, lagu, sinetron, seni rupa, hingga merek komersial.

“Semoga Cerita Panji tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” harap Henri.(*)
Tags:
  • sosial dan budaya
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan Semua
Posting Komentar
Batal
Topik populer
  • lifestyle
  • jawatimur
  • ekonomi dan bisnis
  • sejarah
  • wisata
  • teknologi
Most popular
  • 10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya

    Selasa, Mei 07, 2024
    10 Senjata Tradisional Jawa Timur, Kenali Filosofinya
  • OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi

    Sabtu, Januari 31, 2026
    OPON VI 2026 Diikuti 1.500 Lebih Anggota PMR dari 19 Provinsi
  • Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda

    Jumat, Agustus 01, 2025
    Dari Keris hingga Celurit: Senjata Tradisional Jatim yang Melegenda
  • Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya

    Kamis, Mei 01, 2025
    Jenis Kelabang di Indonesia yang Berbahaya
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang

    Kamis, Mei 01, 2025
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Kelabang
  • 7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi

    Sabtu, Juli 26, 2025
    7 Tradisi Unik Indonesia yang Hampir Punah, Tapi Kini Dihidupkan Kembali oleh Generasi Z Mewarisi Warisan, Membawa Napas Baru Lewat Kreativitas dan Digitalisasi
  • 10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya

    Jumat, Juli 25, 2025
    10 Komunitas Anak Muda Kreatif di Surabaya, Beserta Kegiatan dan Tujuannya
Copyright ©2026 Ragamjatim.id All rights reserved.
Live