Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik

Little India Sunter di Jakarta Utara menjadi pusat komunitas India dan Pakistan dengan kuliner, budaya, hingga jejak sejarah migrasi berabad.
Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi di Ibu Kota
Ilustrasi Ai, Suasana kawasan Little India Sunter Jakarta dengan restoran, toko rempah, dan komunitas India serta Pakistan.

Ragamjatim.id – Ketika mendengar nama Little India, kebanyakan orang langsung teringat pada kawasan ikonik di Singapura yang dipenuhi aroma kari, warna-warni kain sari, kuil Hindu, hingga toko rempah yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa Jakarta juga memiliki kawasan serupa.

Di sudut Sunter, Jakarta Utara, tumbuh sebuah kawasan yang oleh masyarakat setempat kerap dijuluki Little India Jakarta. Meski belum berkembang menjadi destinasi wisata internasional seperti Little India di Singapura, kawasan ini telah menjadi pusat aktivitas komunitas India dan Pakistan selama puluhan tahun.

Di sini, pengunjung dapat menemukan restoran khas India, supermarket yang menjual berbagai produk impor, toko rempah, pusat tekstil, hingga sekolah internasional yang melayani komunitas India. Lebih dari sekadar kawasan permukiman, Little India Sunter menjadi saksi panjang perjalanan migrasi masyarakat India ke Nusantara sejak ribuan tahun lalu.

Little India Ternyata Ada di Jakarta

Banyak orang mengira satu-satunya Little India di Asia Tenggara hanya berada di Singapura. Faktanya, Jakarta juga memiliki kawasan dengan nuansa budaya India yang cukup kental.

Kawasan tersebut berada di Sunter, Jakarta Utara, tidak terlalu jauh dari pesisir utara ibu kota.

Perkembangannya bermula ketika banyak keluarga keturunan India dan Pakistan yang sebelumnya tinggal di kawasan Pasar Baru, Pintu Air, Gunung Sahari, hingga Gang Kelinci mulai berpindah ke Sunter.

Perpindahan tersebut dipicu oleh semakin padatnya kawasan Jakarta Pusat yang berkembang menjadi sentra perdagangan sehingga kurang nyaman sebagai kawasan hunian.

Seiring waktu, Sunter berubah menjadi pusat baru aktivitas masyarakat keturunan India.

Perpindahan Komunitas India dari Pasar Baru ke Sunter

Sebelum Sunter dikenal sebagai pusat komunitas India, sebagian besar keluarga India dan Pakistan menetap di kawasan Pasar Baru.

Pasar Baru sendiri sejak zaman kolonial memang dikenal sebagai kawasan perdagangan multietnis.

Selain pedagang Tionghoa, Arab, dan Eropa, banyak pedagang India mengembangkan usaha tekstil di kawasan tersebut.

Namun memasuki dekade 1980 hingga 1990-an, perubahan fungsi kawasan membuat banyak keluarga memilih pindah.

Di Sunter mereka memperoleh lingkungan yang lebih nyaman untuk tempat tinggal sekaligus mengembangkan usaha.

Bahkan keluarga besar aktor senior keturunan Pakistan Farouk Afero, yang dahulu tinggal di kawasan Gunung Sahari, turut menetap di Sunter.

Perlahan-lahan, kawasan ini pun berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat India di Jakarta.

Mengapa Dijuluki Little India?

Julukan Little India muncul bukan tanpa alasan.

Saat memasuki kawasan tersebut, pengunjung akan menemukan berbagai ciri khas budaya India, di antaranya:
  • restoran India dan Pakistan
  • supermarket yang menjual produk impor India
  • toko rempah-rempah
  • pusat tekstil grosir
  • toko pakaian tradisional India
  • salon henna
  • sekolah internasional India
  • komunitas Hindu, Sikh, Muslim, dan Jain
Nuansa budaya India terasa begitu kuat, terutama saat perayaan Diwali, Holi, maupun berbagai acara keagamaan komunitas India.

Surga Kuliner India di Tengah Jakarta

Salah satu daya tarik utama Little India Sunter adalah kulinernya.

Di kawasan ini terdapat sejumlah restoran India dan Pakistan yang telah lama menjadi favorit warga Jakarta.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari:
  • nasi biryani
  • butter chicken
  • chicken tikka
  • tandoori
  • roti naan
  • chapati
  • kari kambing
  • samosa
  • pakora
  • lassi
  • chai khas India
Rempah-rempah yang digunakan sebagian besar didatangkan langsung dari India sehingga cita rasanya sangat autentik.

Tidak heran jika banyak ekspatriat India maupun pencinta kuliner datang khusus ke kawasan ini.

Surga Pecinta Rempah-rempah

Jika memasuki toko-toko India di Sunter, pengunjung akan menemukan rak-rak yang dipenuhi berbagai rempah.

Di antaranya:
  • kapulaga
  • jintan
  • ketumbar
  • kunyit
  • lada hitam
  • kayu manis
  • cengkih
  • daun kari
  • bubuk garam masala
  • bubuk kari
Selain itu tersedia pula berbagai produk makanan khas India.

Mulai dari mi instan India, camilan, manisan, hingga bumbu siap masak.

Supermarket Produk India

Salah satu tempat yang cukup dikenal adalah supermarket Mustafa, yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat India.

Namanya mengingatkan pada Mustafa Centre di Singapura.

Meski memiliki nama yang sama, belum ada informasi resmi apakah keduanya berada di bawah pengelolaan perusahaan yang sama.

Di supermarket tersebut tersedia berbagai produk impor seperti:
  • beras basmati
  • teh India
  • rempah-rempah
  • makanan kaleng
  • kosmetik India
  • perlengkapan ibadah
  • pakaian tradisional
  • perlengkapan dapur

Beras Basmati hingga Teh India

Produk yang banyak dicari masyarakat adalah beras basmati.

Jenis beras ini memiliki butiran panjang dan aroma khas.

Beras basmati banyak digunakan untuk membuat nasi biryani maupun pulao.

Selain itu tersedia pula berbagai merek teh terkenal dari India seperti:
  • Taj Mahal Tea
  • Red Label Tea
  • Brooke Bond
  • Wagh Bakri
Produk-produk tersebut cukup sulit ditemukan di supermarket biasa.

Pusat Tekstil dan Garmen

Selain kuliner, komunitas India di Sunter juga dikenal sebagai pelaku usaha tekstil.

Banyak transaksi grosir kain dan garmen dilakukan dari kawasan ini.

Produk tekstil kemudian dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Hubungan masyarakat India dengan bisnis tekstil sebenarnya telah berlangsung sejak masa kolonial ketika mereka menjadi salah satu pedagang kain terbesar di Pasar Baru.

Sekolah Internasional India di Sunter

Pertumbuhan komunitas India juga ditandai dengan berdirinya sejumlah sekolah internasional.

Di antaranya:
  • Gandhi Memorial International School
  • Universal School
  • Jubilee School
Sekolah-sekolah tersebut melayani anak-anak dari berbagai negara, termasuk India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka hingga warga Indonesia.

Bahasa pengantar yang digunakan umumnya adalah bahasa Inggris.

Jejak Panjang Orang India di Nusantara

Hubungan India dengan Nusantara sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum Indonesia berdiri.

Para ahli sejarah mencatat kedatangan masyarakat India telah dimulai sejak abad ke-4 Masehi.

Melalui jalur perdagangan laut, mereka membawa berbagai komoditas seperti:
  • kain
  • rempah
  • logam
  • kitab suci
  • budaya
  • bahasa
  • agama
Dari hubungan dagang inilah lahir berbagai kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Nusantara.

Lima Gelombang Migrasi Orang India ke Indonesia

Para sejarawan membagi migrasi masyarakat India ke Indonesia menjadi beberapa gelombang besar.

1. Abad ke-4 hingga ke-11

Gelombang pertama didominasi pedagang dari India Selatan.

Mereka membawa pengaruh Hindu dan Buddha yang kemudian berkembang di berbagai kerajaan Nusantara.

2. Abad ke-14 hingga ke-16

Gelombang kedua berasal dari Gujarat dan Pantai Malabar.

Sebagian besar merupakan pedagang Muslim yang ikut memperluas jaringan perdagangan di Asia Tenggara.

3. Abad ke-18 hingga Revolusi Industri

Ketika kolonialisme Eropa berkembang, banyak pekerja India didatangkan ke berbagai wilayah Asia sebagai tenaga kerja.

4. Setelah Perang Dunia I

Gelombang berikutnya berasal dari para pedagang Sindhi yang terkenal piawai dalam perdagangan tekstil.

5. Setelah Pembagian India dan Pakistan

Setelah tahun 1947, banyak keluarga India dan Pakistan bermigrasi ke Indonesia untuk mencari kehidupan yang lebih aman akibat konflik pascakemerdekaan.

Pengaruh India terhadap Budaya Indonesia

Hubungan panjang kedua bangsa meninggalkan banyak warisan budaya.

Menurut sejumlah budayawan, banyak kosakata bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta.

Misalnya:
  • guru
  • bumi
  • pustaka
  • prasasti
  • manusia
  • istri
  • daya
  • bahasa
  • agama
  • raja
Kosakata tersebut hingga kini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengaruh Besar pada Kuliner Nusantara

Jejak India juga terlihat jelas pada kuliner Indonesia.

Beberapa contoh yang diyakini mendapat pengaruh India antara lain:
  • gulai
  • kari
  • nasi kebuli
  • martabak
  • sate
  • roti canai
  • biryani
Selain itu penggunaan santan, lada hitam, kapulaga, dan kayu manis juga merupakan bagian dari warisan hubungan dagang yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Setiap daerah kemudian mengembangkan cita rasa sendiri sehingga lahirlah berbagai masakan khas Indonesia yang kita kenal sekarang.

Harmoni dalam Keberagaman

Komunitas India di Jakarta dikenal mampu hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.

Berbagai agama seperti Hindu, Sikh, Islam, Kristen, hingga Jain hidup dalam suasana yang relatif harmonis.

Salah satu tokoh pendidikan dari Gandhi Memorial School, Suresh G. Vaswani, pernah menyampaikan bahwa masyarakat Betawi dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi sehingga komunitas India dapat berbaur tanpa mengalami hambatan berarti.

Kehidupan multikultural tersebut menjadi salah satu kekayaan sosial Jakarta yang jarang diketahui masyarakat luas.

Little India Sunter Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Budaya

Meski belum sepopuler Little India di Singapura, kawasan Sunter memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

Perpaduan antara kuliner autentik, pusat tekstil, toko rempah, sekolah internasional, hingga komunitas India yang telah menetap selama beberapa generasi menjadikan kawasan ini memiliki identitas yang unik.

Jika dikelola secara lebih terpadu melalui festival budaya, penataan kawasan, serta promosi wisata, Little India Sunter dapat menjadi salah satu ikon wisata budaya Jakarta yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penutup

Little India Sunter membuktikan bahwa Jakarta bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga rumah bagi beragam budaya yang telah tumbuh selama berabad-abad. Kawasan ini menyimpan kisah panjang migrasi masyarakat India dan Pakistan, jejak perdagangan internasional, hingga akulturasi budaya yang memperkaya wajah Indonesia.

Dari aroma rempah-rempah, sajian kuliner autentik, deretan toko tekstil, hingga kehidupan masyarakat yang harmonis, Little India Sunter menjadi cermin bahwa keberagaman adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah ibu kota. Bagi pencinta wisata budaya, kawasan ini menawarkan pengalaman unik yang layak dijelajahi sekaligus menjadi pengingat eratnya hubungan Indonesia dan India sejak masa lampau. (red)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik
  • Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik
  • Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik
  • Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik
  • Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik
  • Little India Sunter Jakarta, Kampung India yang Tersembunyi dengan Sejarah Panjang dan Kuliner Autentik

Posting Komentar