7 Makhluk Laut Purba yang Masih Hidup hingga Sekarang, Ada yang Sudah Menghuni Bumi Selama 500 Juta Tahun
Tujuh makhluk laut purba masih hidup hingga kini, dari ubur-ubur hingga coelacanth. Sebagian telah bertahan lebih dari 500 juta tahun.
Ragamjatim.id – Ketika mendengar istilah hewan prasejarah, sebagian besar orang langsung membayangkan dinosaurus atau fosil makhluk purba yang telah lama punah. Padahal, tidak semua penghuni Bumi dari masa purba benar-benar menghilang.
Di kedalaman samudra, masih hidup sejumlah spesies yang telah menghuni planet ini sejak ratusan juta tahun lalu. Mereka berhasil melewati berbagai perubahan iklim ekstrem, pergeseran benua, hingga beberapa kali kepunahan massal yang memusnahkan sebagian besar kehidupan di Bumi.
Menariknya, sebagian besar makhluk laut purba ini mengalami perubahan evolusi yang sangat kecil sehingga sering dijuluki sebagai "fosil hidup" (living fossil). Bentuk tubuh, cara hidup, bahkan anatominya hampir sama seperti nenek moyangnya yang hidup ratusan juta tahun silam.
Berikut tujuh makhluk laut purba yang masih bertahan hingga sekarang.
1. Ubur-ubur, Penghuni Laut Sejak Sebelum Dinosaurus
Para ilmuwan memperkirakan hewan bertubuh lunak ini telah menghuni lautan sekitar 500 hingga 600 juta tahun lalu, jauh sebelum munculnya dinosaurus maupun ikan bertulang.
Tubuh ubur-ubur terdiri lebih dari 95 persen air, tanpa tulang, jantung, maupun otak. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatan mereka untuk bertahan hidup.
Mengapa Bisa Bertahan Sangat Lama?
Selama jutaan tahun, ubur-ubur mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi laut.
Mereka dapat hidup di:
- laut tropis
- laut kutub
- perairan dangkal
- laut dalam
Bahkan beberapa spesies mampu berkembang ketika ekosistem laut terganggu akibat perubahan iklim atau penurunan populasi predator.
Beberapa penelitian menunjukkan ledakan populasi ubur-ubur diperkirakan akan semakin sering terjadi di masa depan akibat pemanasan global.
2. Kepiting Tapal Kuda, Penyintas Lima Kepunahan Massal
Meski disebut kepiting, kepiting tapal kuda (horseshoe crab) sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan laba-laba dan kalajengking.
Hewan ini telah hidup sekitar 450 juta tahun.
Artinya, mereka sudah ada jauh sebelum dinosaurus muncul.
Darah Berwarna Biru
Salah satu keunikan kepiting tapal kuda adalah darahnya yang berwarna biru karena mengandung tembaga, bukan besi seperti manusia.
Darah ini sangat penting dalam dunia medis karena digunakan untuk mendeteksi kontaminasi bakteri pada vaksin, obat suntik, dan alat kesehatan.
Kini Terancam Punah
Walaupun berhasil selamat dari lima kepunahan massal, kini spesies ini menghadapi ancaman baru berupa:
- perubahan iklim
- kerusakan habitat pantai
- penangkapan berlebihan
- eksploitasi untuk kebutuhan medis
3. Hiu Berjumbai, Predator Laut Dalam yang Nyaris Tidak Berubah
Spesies ini hidup di laut dalam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter.
Diperkirakan hiu berjumbai telah menghuni Bumi sekitar 80 juta tahun.
Bentuk Tubuh Mirip Ular
Berbeda dengan hiu modern, hiu berjumbai memiliki:
- tubuh panjang menyerupai belut
- enam pasang insang berjumbai
- sekitar 300 gigi melengkung
- rahang yang dapat membuka sangat lebar
Mangsa utamanya adalah cumi-cumi dan ikan laut dalam.
Karena hidup di kedalaman ekstrem, hiu ini sangat jarang terlihat manusia.
4. Coelacanth, Ikan yang Bangkit dari Kepunahan
Selama puluhan juta tahun, ilmuwan menganggap ikan ini telah punah bersama dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu.
Namun pada tahun 1938, seekor coelacanth ditemukan secara tidak sengaja di lepas pantai Afrika Selatan.
Penemuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
Berusia 360 Juta Tahun
Nenek moyang coelacanth telah hidup sekitar 360 juta tahun lalu.
Spesies ini memiliki beberapa ciri unik:
- empat sirip berdaging
- gerakan berenang menyerupai langkah kaki
- sendi pada tengkorak
- organ khusus untuk mendeteksi mangsa
Karakteristik tersebut membuat para ilmuwan mempelajari coelacanth sebagai salah satu petunjuk evolusi hewan darat.
5. Lamprey, Ikan Pengisap Darah dari Masa Purba
Nenek moyangnya diperkirakan muncul sekitar 360 juta tahun lalu.
Berbeda dari ikan modern, lamprey tidak memiliki rahang maupun tulang sejati.
Mulut Berbentuk Pengisap
Ciri khas lamprey adalah mulut berbentuk cakram dengan ratusan gigi kecil.
Mulut tersebut digunakan untuk:
- menempel pada ikan lain
- mengisap darah
- mengambil cairan tubuh mangsanya
Walaupun terdengar mengerikan, lamprey memiliki peran penting dalam penelitian evolusi vertebrata.
6. Nautilus, Fosil Hidup Bercangkang Indah
Nautilus adalah salah satu penghuni laut purba yang paling mudah dikenali berkat cangkangnya yang berbentuk spiral sempurna.
Moluska ini diperkirakan telah ada sekitar 500 juta tahun.
Dahulu terdapat lebih dari 10.000 spesies nautilus.
Kini hanya tersisa beberapa spesies yang hidup di Samudra Hindia dan Pasifik Barat.
Ahli Mengatur Daya Apung
Cangkang nautilus terbagi menjadi banyak ruang kecil.
Ruang-ruang tersebut diisi gas sehingga memungkinkan nautilus naik atau turun di kolom air tanpa banyak mengeluarkan energi.
Populasinya Terus Menurun
Ancaman utama nautilus adalah:
- perdagangan cangkang
- reproduksi lambat
- pertumbuhan yang sangat lambat
- penangkapan berlebihan
7. Pygmy Right Whale, Paus Purba yang Misterius
Spesies ini diperkirakan telah ada sekitar 23 juta tahun.
Hingga kini para ilmuwan masih mengetahui sangat sedikit mengenai kehidupan paus ini.
Sangat Sulit Diamati
Tidak seperti paus bungkuk atau paus biru yang sering muncul ke permukaan, pygmy right whale hampir tidak pernah terlihat.
Bahkan para peneliti masih mempelajari:
- pola migrasi
- makanan utama
- perilaku sosial
- proses reproduksi
Perubahan iklim diperkirakan menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup spesies ini.
Apa yang Membuat Mereka Dijuluki "Living Fossil"?
Istilah living fossil atau fosil hidup digunakan untuk menyebut spesies yang bentuk tubuhnya hampir tidak berubah selama jutaan tahun.
Namun, istilah ini bukan berarti mereka berhenti berevolusi. Sebaliknya, perubahan yang terjadi sangat kecil karena bentuk tubuh dan cara hidup mereka sudah sangat efektif untuk bertahan di lingkungannya.
Sebagian besar makhluk laut purba hidup di habitat yang relatif stabil, seperti laut dalam atau dasar samudra, sehingga tekanan evolusi terhadap mereka lebih rendah dibanding spesies yang hidup di daratan.
Mengapa Makhluk Purba Ini Kini Terancam?
Ironisnya, spesies yang berhasil bertahan melewati berbagai bencana alam global justru menghadapi ancaman terbesar akibat aktivitas manusia.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain:
- perubahan iklim
- pemanasan laut
- pencemaran plastik
- penangkapan ikan berlebihan
- kerusakan terumbu karang
- eksploitasi untuk perdagangan
- hilangnya habitat alami
Jika ancaman tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa "fosil hidup" ini benar-benar menghilang dari muka Bumi.
Penutup
Lautan menyimpan banyak rahasia tentang kehidupan purba yang masih bertahan hingga saat ini. Ubur-ubur, kepiting tapal kuda, hiu berjumbai, coelacanth, lamprey, nautilus, hingga pygmy right whale menjadi bukti bahwa sebagian makhluk prasejarah mampu melewati perjalanan evolusi selama puluhan hingga ratusan juta tahun.
Keberadaan mereka bukan hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga penting bagi ilmu pengetahuan karena membantu para ilmuwan memahami sejarah evolusi kehidupan di Bumi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian ekosistem laut menjadi langkah penting agar makhluk-makhluk purba tersebut tetap dapat bertahan dan tidak benar-benar menjadi bagian dari sejarah.(red)
Baca Juga:







Posting Komentar